"Meskipun pembangunan dan demokrasi adalah dua hal yang berbeda, namun kedua konsep ini saling terkait. Pembangunan tanpa demokrasi akan timpang dan sebaliknya demokrasi tanpa pembangunan akan hampa. Demokrasi dan pembangunan adalah dua proses yang saling terkait dan sinergi," kata SBY saat membuka BDF II di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Kamis (10/12/2009).
Dalam pidatonya, SBY menyumbangkan pemikiran demokrasi dan pembangunan dalam BDF II di Bali ini. Pertama, demokrasi dan pembangunan menuntut akuntabilitas para pemimpin dan pejabat pemerintahannya. Kedua, apapun sistem politiknya, demokrasi dan pembangunan harus memberikan ruang bagi partisipasi rakyat dalam pengambilan keputusan. Ketiga, menjaga keseibangan antara pembangunan ekonomi dan pembangunan politik.
"Jangan sampai yang satu tumbuh terlalu jauh melampaui yang lain karena akan menimbulkan ketidakpuasan dan instabilitas. Di waktu yang lalu, Indonesia pernah mengalami situasi seperti itu," kata SBY.
Dalam suatu keseimbangan kita dapat mencapai sinergi. Melalui demokrasi, pembangunan menjadi Inklusif dan adil. Melalui pembangunan, demokrasi menjadi lebih stabil dan berkesinambungan.
SBY berharap dalam BDF II, 63 negara yang hadir, tidak memperdebatkan sistem demokrasi mana yang terbaik atau mencari definisi demokrasi yang baku.
"Kita tahu tidak ada demokrasi yang sempurna. Demokrasi dimanapun dan apapun coraknya, merupakan proses yang terus berkembang secara dinamis dan tidak pernah selesai," kata SBY.
Tujuan BDF II untuk membangun dialog, kerjasama internasional dan regional di bidang demokrasi. Saling belajar, dari pengalaman masing-masing negara di Asia menjalankan demokrasi.
(gds/djo)











































