Ketiga objek yang diserang itu, menurut akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Aswar Hasan merupakan simbol yang tidak mereka sukai.
Tiga objek yang jadi sasaran mahasiswa adalah kantor Gubernur, restoran KFC dan mobil polisi. "Kantor Gubernur disimbolkan sebagai rezim penguasa dan titik episentrumnya SBY dan Boediono. KFC itu disimbolkan sebagai neoliberalisme dan mobil polisi disimbolkan sebagai buaya," ujar pengamat pendidikan ini kepada detikcom, Kamis (10/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski begitu, kejadian ini adalah preseden buruk bagi mahasiswa. Saya menyesalkan kenapa mahasiswa bersikap brutal dan itu berdampak ke Sulsel dan masyarakat lain takut ke Sulsel," jelasnya.
Aswar menceritakan, kericuhan yang terjadi di kantor Gubernur Sulawesi Selatan adalah akibat dari tidak dipenuhinya permintaan mahasiswa untuk berdialog dengan pemerintah.
"Kericuhan ini pun tetap tidak bisa ditoleransi. Namun, itulah konsekuensi yang tidak terelakkan dari rasa ketiakadilan dan kekecewaan," tuturnya.
Menanggapi usulan dari Rektor Universitas Indonesia Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri yang mengajak universitas-universitas di Makassar untuk mengkaji apa persoalan dasar dari rusuh yang kerap dilakukan mahasiswa Makassar, Aswar menyambut baik hal itu untuk segera dilaksanakan.
"Ini menjadi faktor dan bahan gerakan mahasiwa di Sulsel karena dikhawatirkan menjadi kontraproduktif di gerakan nasional," pungkasnya. (fiq/nrl)










































