Hal ini disampaikan anggota DPR dari Hanura Akbar Faizal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/12/2009). Menurut dia, tudingan SBY bahwa aksi 9 Desember akan ditunggangi untuk menggulingkan kekuasaan terutama oleh partai atau tokoh yang tidak berada dalam kekuasaan tidak terbukti.
"Bagi kami di Hanura, tidaklah perlu menuntut SBY meminta maaf atas tudingan itu dan biarkanlah rakyat yang memberi penilaian akan pemimpinnya," kata Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar menilai sangat berbahaya jika seorang pemimpin mulai hobi mencurigai rakyatnya sendiri.
(asy/nrl)










































