Otoritas bandara di Madinah juga menjelaskan soal kompensasi dan sosialisasi intensif kepada jamaah haji tentang kemungkinan delay jadwal keberangkatan.
"Mereka menyatakan sangat khawatir insiden Jedah terjadi di Madinah. Ini membuat mereka mengubah manajemen pelayanan penerbangan kepada jemaah," kata Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Cepi Supriatna, kepada wartawan Media Center Haji di Madinah, Rabu (9/12/2009) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta mereka menjelaskan secara intensif kepada jemaah haji Indonesia jika terjadi keterlambatan pemulangan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kepulangan sejumlah kelompok terbang jamaah haji Indonesia gelombang pertama di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sempat mengalami keterlambatan yang parah hingga 18-20 jam.
Akibat kurangnya informasi soal keterlambatan itu, mengakibatkan sejumlah jamaah haji Indonesia sempat emosi dan melakukan pemukulan terhadap petugas PPIH dan merusak posko BPHI.
"Jika diantisipasi secara dini oleh operator penerbangan yang akan membawa jemaah haji ke Tanah Air, ketegangan dipastikan tidak akan terjadi. Mereka mestinya rajin memberitahukan mengenai alasan keterlambatan," sambung Sekretaris Daker Madinah Mukholih Jimun.
Dijelaskankan Mukholih, berdasarkan hasil rapat Kepala Daker Madinah Cepi Supriatna dengan otoritas bandara di Madinah, mereka juga menyatakan siap memberikan kompensasi kepada jamaah haji Indonesia bila terjadi keterlambatan. Kompensasi dimaksud adalah berupa makanan dan minuman agar para jamaah tidak jenuh berada di bandara.
(zal/lrn)










































