Gerindra Minta SBY Sampaikan Maaf Soal Pernyataannya

Aksi 9 Desember

Gerindra Minta SBY Sampaikan Maaf Soal Pernyataannya

- detikNews
Rabu, 09 Des 2009 22:15 WIB
Gerindra Minta SBY Sampaikan Maaf Soal Pernyataannya
Jakarta - Peringatan hari anti korupsi berjalan cukup kondusif. Hampir tidak ada aksi anarkis seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Namun aktivitas masyarakat sempat terganggu karena kecemasan terhadap isu anarkis yang berkembang sebelumnya. Partai Gerindra pun meminta Presiden SBY meminta maaf atas analisa yang salah dan peringatannya yang membuat kecemasan di tengah-tengah masyarakat.

"Kami meminta agar Bapak Presiden yang terhormat mau meminta maaf pada rakyat karena pernyataannya telah membuat rakyat cemas dan ternyata hal ini tidak terbukti," ujar Ketua DPP Gerindra Bidang Humas dan Media Massa Asrian Mirza kepada detikcom, Rabu (9/12/2009).

Asrian menjelaskan akibat kecemasan masyarakat, roda perekonomian ikut terganggu. Contohnya, banyak karyawan memilih tidak masuk kantor. Omset beberapa pusat perbelanjaan pun mengalami penurunan.

"Saking cemasnya, masak Hanung Bramantyo sedang syuting film disangka ada kerusuhan di Jl Raden Saleh,"  tuturnya.

Gerindra turut menyayangkan aksi anarkis yang terjadi di Makassar. Namun aksi itu terbukti hanya dilakukan oleh oknum, bukan oleh para aktivis anti korupsi. Sehingga tidak bisa digenalisir peringatan aksi anti korupsi hari ini berlangsung ricuh.

"Kapolri yang merupakan pembantu presiden juga telah menyatakan peringatan aksi di hari anti korupsi ini aman," ungkapnya.
 
Partai Gerindra meminta agar ke depan, SBY lebih memilih informasi mana saja yang layak disampaikan ke publik dan informasi mana saja yang cukup disimpan sebagai pertimbangan. Jangan pula menelan masak-masak informasi yang belum valid.

"Jangan sampai salah analisa lagi," pungkas Asrian. (rdf/fiq)


Berita Terkait