Ratusan Aktivis dan Mahasiswa Kumpul di Bundaran UGM

Aksi 9 Desember

Ratusan Aktivis dan Mahasiswa Kumpul di Bundaran UGM

- detikNews
Rabu, 09 Des 2009 17:49 WIB
Ratusan Aktivis dan Mahasiswa Kumpul di Bundaran UGM
Yogyakarta - Ratusan aktivis dan mahasiswa berkumpul di Bundara Universitas Gadjah Mada (UGM) memperingati hari antikorupsi sedunia. Mereka juga mendesak skandal Bank Century diusut tuntas dan menolak pelemahan KPK.

Para aktivis dan mahasiswa tersebut antara lain berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), BEM UGM, BEM UNY, dan LMND. Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK).

Massa mulai berkumpul di Bundara UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (9/12/2009). Sebuah panggung orasi berukuran 16 meter persegi ditempatkan di ujung Boulevard UGM.

Aksi massa yang sempat memacetkan arus lalu-lintas di kawasan kampus UGM ini dijaga ratusan aparat Polda DIY. Turut hadir dalam aksi itu diantaranya aktivis perempuan Budi Wahyuni, direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu, dan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum UGM, Zainal Arifin Muchtar.

Zainal Arifin menyatakan, pidato yang diucapkan Presiden SBY tidak ada yang menarik. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dinyatakan presiden, tidak menggambarkan keseluruhan.

"Hampir tidak ada yang menarik dari pidato presiden semalam. Yang penting dalam pemberantasan korupsi bukan dengan angka-angka," katanya.

Menurut dia penanganan berbagai kasus korupsi selama ini ibarat seperti hangat-hangat tahi ayam. Demikian pula produk-produk hukum yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi juga tidak jelas. "Muncul, terus hilang lagi. Muncul lagi kemudian hilang lagi. Itu kenyataan yang terjadi sekarang," ungkap Uceng panggilan akrabnya.

Dia menambahkan peringatan 9 Desember hanya sebuah momentun yang ingin diluapkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Peringatan sekarang ini hanya sebuah ujung dari kebingungan rakyat terhadap berbagai persoalan korupsi, kasus kriminalisasi KPK  maupun Bank Century.

"Aksi di Yogya tidak perlu besar-besaran dengan turun ke jalan. Yang penting kita bisa mengawal dan menyediakan amunisi dalam berantas korupsi. Peringatan ini hanya untuk bercermin saja," pungkas dia.

(bgs/djo)



Berita Terkait