Aksi keprihatinan ini misalnya terlihat di markas Transparency International Indonesia (TII), Jl Senayan Bawah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/12/2009).
Sejumlah aktivis TII dan aktivisi antikorupsi dari beberapa LSM berkumpul di markas TII. Mereka antara lain Sekjen TII Teten Masduki, aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) seperti Emerson Juntho, Febri Diansyah, Illian Deta Arta Sari serta dari Imparsial, Rusdi Marpaung.
2 tampah besar berisi singkong rebus dan tumpeng nasi aking terhidang di kantor TII. Singkong rebus diberi parutan kelapa. Sementara nasi aking dikelilingi krupuk putih.
Teten pun memotong tumpeng dan membagikannya kepada sejumlah perwakilan yang hadir. Perwakilan LSM itu pun makan nasi aking itu sesuap demi sesuap.
Menurut Teten, perayaan yang dilakukan TII dan rekan-rekannya kali ini berbeda, tidak turun ke jalan namun dengan cara refleksi.
"Kita ingin menunjukkan akibat korupsi yang luar biasa, yakni tingkat angka kemiskinan meningkat. Dan semakin meluas di semua daerah di Indonesia. Karena itu kita merayakan ini dengan membagikan nasi aking dan singkong rebus sebagai simbol masyarakat yang tidak berdaya secara ekonomi," ujar Teten. (nwk/iy)











































