Cerita bermula ketika aksi yang diikuti ribuan orang dari berbagai kelompok organisasi itu bubar. Para pendemo meninggalkan tempat, kecuali Komite Aksi Pemuda Antikorupsi (KAPAK) yang memilih bertahan.
Mereka melanjutkan orasi dengan memaki-maki nama Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rabu (9/12/2009). Mereka menuduh kedua tokoh tersebut telah mencuri uang milik rakyat.
Tak hanya orasi, massa KAPAK yang berjumlah 20-an juga membakar foto Sri Mulyani. Pada saat aksi bakar-bakaran itulah, seorang laki-laki diseret keluar dari kerumunan.
Lelaki berkepala plontos itu dihajar beramai-ramai sambil diteriaki copet. "Copet, copet!" teriak massa sambil melayangkan bogem mentah dan kayu ke arahnya. Buk! Buk! Buk!
Polisi yang berada di lokasi langsung meredakan amarah massa dan membawa lelaki berkulit hitam itu menjauh. Namun, massa yang kurang puas kembali menghujaminya dengan pukulan.
Wajah laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu tampak lebam, dan tubuh mengalami memar. Ia kemudian dapat diamankan dan dimasukkan ke mobil polisi. (irw/nrl)











































