Itulah gambaran aksi teatrikal yang digelar oleh 20 orang dari Komunitas Teater Trotoar dalam aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (9/12/2009).
Aksi diawali dengan munculnya seorang koruptor yang terbalut jas warna coklat, celana pendek, berambut putih dan berkacamata. Tangannya diseret dengan tambang besar oleh 5 orang.
Sang koruptor berjalan tertatih-tatih sambil terus dipukuli oleh beberapa orang yang bertelanjang dada dan dilumuri arang sekujur tubuhnya. Sesekali dia pun jatuh dan kembali dipukuli.
Wajah koruptor itu lalu disapu dengan sapu."Koruptor kita gantung karena telah menyengsarakan rakyat," teriak massa.
Akhirnya, koruptor itu digantung dengan tali tambang. Massa antikorupsi bertepuk tangan dan bersorak gembira. Massa kini mulai bergerak menuju ke Monumen Nasional (Monas).
(aan/iy)











































