'Setan' Seret Pocong 'Boediono' dan 'Sri Mulyani'

Hari Antikorupsi Sedunia

'Setan' Seret Pocong 'Boediono' dan 'Sri Mulyani'

- detikNews
Rabu, 09 Des 2009 12:12 WIB
Setan Seret Pocong Boediono dan Sri Mulyani
Jakarta - Banyak cara dilakukan para demonstran dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Untuk membedakan dengan massa-massa lain, massa dari Komite Aksi Pemuda Antikorupsi (KAPAK) menggunakan seragam kaos hijau dan membuat acara teatrikal.

Dalam acara teatrikalnya di bundaran Hotel Indonesia (HI), Rabu (9/12/2009), massa yang berjumlah sekitar 30 orang ini mendandani beberapa peserta aksinya dengan aneka simbol. Ada yang didandani dengan simbol 'setan' dengan wajah dicat merah dan berbuntut. Ada pula yang menggunakan baju boneka cicak dan buaya.

Khusus yang didandani 'setan' bertugas menyeret 2 pocong yang ditempeli foto Boediono dan Sri Mulyani. Sementara yang berpakaian cicak dan buaya terlihat mengikuti arakan 2 mayat sambil berusaha merebut 2 mayat yang ditarik 'setan' tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada orasi yang disampaikan massa KAPAK ini. Pemimpin aksi masih mengajak massa untuk bernyanyi lagu-lagu penyemangat untuk demonstrasi seperti lagu 'Darah Juang' dan 'Buruh Tani'.

Beberapa spanduk yang dibawa oleh massa KAPAK terlihat semarak bertuliskan, 'Biarkan Rakyat yang Mengadili'. Ada juga massa yang membawa spanduk dan foto Boediono dan Sri Mulyani dengan salah satu matanya ditutup sehingga terlihat seperti bos perompak.

Saat ini massa terus berdatangan ke arah Jl Medan Merdeka Utara. Setelah massa KAPAK, terlihat massa dari HMI juga mulai berdatangan. Sementara, jalur lalu lintas di kawasan ini terlihat normal. Beberapa aparat keamanan mulai berkonsentrasi mengamankan titik-titik massa yang mulai membludak.

(ape/iy)


Berita Terkait