"Karena pesawat tidak jadi berangkat, dilakukan pengereman. Ban pesawat ada safety plate dari timah supaya ban tidak meletus. Namun timahnya meleleh, sehingga ban jadi kempes," ujar Corporate Secretary Garuda, Pujobroto, ketika dikonfirmasi detikcom , Rabu (9/12/2009).
Pesawat Boeing 737-400 yang mengangkut 134 penumpang dan dipiloti Capt Triatmoko itu gagal berangkat pukul 09.22 WIB karena pilot tidak mau mengambil risiko atas goncangan yang dialaminya. Pesawat lalu kembali ke apron.
"Penumpang menggunakan 5 bus diturunkan kembali ke lounge di Bandara. Ban kempes sekarang dilakukan penggantian," imbuh Pujo.
Hingga pukul 11.15 WIB, penggantian roda yang memakan waktu 30 menit hingga satu jam masih dilakukan sebelum akhirnya pesawat itu diterbangkan kembali. Kompensasi sudah diberikan kepada penumpang.
Ketika ditanya penyebab goncangan yang dirasakan pilot, Pujo mengatakan belum mengetahuinya dengan pasti.
(nwk/nrl)











































