Sebagian besar anggota parlemen memang memakai setelan jas dan dasi, termasuk dari DPR Indonesia. Sementara ada juga sejumlah peserta yang memakai busana nasional.
Anggota parlemen dari daerah Asia Selatan memakai Kurta dan Sari. Mereka yang dari daerah jazirah Arab memakai gamis dan penutup kepala Kafiyeh. Yang cukup unik adalah anggota DPR dari Bhutan yang memakai baju Gho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bajunya bersifat terusan dengan bagian bawah seperti rok. Mirip seperti rok Kilt yang dipakai pria Skotlandia. Untuk alas kakinya, anggota parlemen Bhutan cukup memakai sepatu resmi dengan kaus kaki tinggi.
"Kami memakai baju Gho di setiap acara resmi di parlemen kami," kata anggota sekretariat National Assembly Bhutan, Tshering Dorji di sela sidang APA, Hotel Savoy Homann, Bandung, Rabu (9/12/2009).
Menurut Dorji, Gho dipakai dalam sidang parlemen Bhutan, atau acara kunjungan anggota DPR. Mereka juga memakai Gho saat acara resmi kerajaan.
Kain Gho memang berbahan tebal. Maklum saja, Bhutan berada di kaki gunung Himalaya yang dingin. Namun jika memakai Gho di Indonesia, Dorji mengaku kegerahan.
"Iya, saya sekarang agak kegerahan di sini," ujar Dorji sambil tersenyum.
(fay/irw)











































