Yuddy: Tidak Akan Sulit Rakyat Turunkan SBY

Aksi 9 Desember

Yuddy: Tidak Akan Sulit Rakyat Turunkan SBY

- detikNews
Rabu, 09 Des 2009 05:09 WIB
Yuddy: Tidak Akan Sulit Rakyat Turunkan SBY
Jakarta - Aksi massa 9 Desember siang nanti tampaknya akan sedikit menyudutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya seruan mundur dan turun bagi SBY semakin lama semakin santer disuarakan.

Politisi muda Yuddy Chrisnandi turut menyatakan hal tersebut. Menurutnya, rakyat tidak akan sulit untuk menurunkan SBY dari kursi pemerintahan, sekalipun saat pemilu yang lalu SBY didukung banyak orang.

"Sekalipun SBY dipilih banyak orang, tapi ingat Soekarno yang didukung semua rakyat, ketika tuntutan mulai muncul, jasa-jasa beliau yang besar dikesampingkan dan beliau diturunkan. Begitu pula dengan Soeharto, yang disebut Bapak Pembangunan dan didukung partai terbesar saat itu, harus turun di tangan aksi mahasiswa. Demikian halnya dengan SBY, tidak akan sulit bagi rakyat untuk menurunkan beliau," ujar Yuddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan dia dalam acara Malam Seni dan Refleksi Hari Antikorupsi oleh Ralyat Indonesia Bersatu di PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2009) malam.

Yuddy mengimbau rakyat untuk tidak termakan isu dan takut dengan fitnah yang akhir-akhir ini marak dibicarakan. Terutama mengenai isu kerusuhan yang diprediksi akan terjadi pada aksi massa 9 Desember siang nanti.

"Tidak perlu takut dengan adanya fitnah dan isu yang tidak benar," tuturnya.

Menurut dia, isu-isu tidak benar yang muncul hanya akan memanaskan situasi dan menakuti rakyat. Seperti isu bahwa ada pertemuan Dharmawangsa yang dihadiri tokoh-tokoh penting, Yuddy menjelaskan pertemuan Dharmawangsa sama sekali tidak ada. Kemudian juga isu soal aksi massa yang didanai oleh seorang koruptor, Yuddy yakin sampai detik ini tidak ada dana kotor dari manapun yang masuk dalam gerakan damai ini.

"Tolong jangan panaskan situasi dengan memfitnah rakyat sendiri. Tampaknya pemerintah saat ini melakukan hal yang sama saat Orde Baru, menakut-nakuti rakyat. Tidak heran pemerintahan ini disebut sebagai Orba Jilid II," tutupnya.

(nvc/Rez)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads