Namun, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menepis anggapan tersebut. Menurutnya, agenda SBY ke Bali sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya dan tidak ada kaitannya dengan aksi tersebut.
"Ya ga mungkinlah. Enggak, sama sekali enggak. Jadwal di Bali sudah dari jauh hari," tepis Patrialis usai acara penyampaian pidato Presiden SBY dalam rangka memperingati hari Antikorupsi Sedunia di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak mesti ada presiden di istana. Peringatan bisa di mana saja, yang penting di Indonesia, Bali kan masih di Indonesia," tuturnya.
Kemudian dalam menanggapi pidato pertama Presiden dalam memperingati Hari Antikorupsi, Patrialis menjelaskan hal ini dikarenakan peringatan tersebut dilakukan secara besar-besaran.
"Karena memang dirayakan besar-besaran. Kan sudah dimulai gebrakan itu, KIB II ini startnya. Harusnya reformasi ditambah lagi," ujar dia.
Presiden SBY dijadwalkan terbang ke Bali pukul 11.30 WIB. SBY rencananya akan menghadiri Bali Democracy Forum yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama. Sementara sebelumnya pada pukul 09.00 WIB, SBY akan terlebih dulu mengikuti acara di Istana Merdeka.
Sementara itu, aksi massa 9 Desember yang akan diikuti ribuan orang direncanakan akan digelar pukul 12.00 WIB di beberapa lokasi di Jakarta. Saat aksi dilakukan, jelas sekali Presiden SBY telah meninggalkan ibukota.
(nvc/Rez)











































