SBY Klaim Pemberantasan Korupsi Membaik

SBY Klaim Pemberantasan Korupsi Membaik

- detikNews
Selasa, 08 Des 2009 23:12 WIB
SBY Klaim Pemberantasan Korupsi Membaik
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim pemberantasan korupsi di masa pemerintahannya membaik. Hal ini terlihat dari penilaian dunia internasional yang terus membaik, dan meningkatnya Indeks persepsi korupsi (IPK) dalam 5 tahun terakhir.

"Alhamdulillah sejak tahun 2004 hingga saat ini akselerasi pemberantasan korupsi mengalami peningkatan yang sangat baik. Terbukti misalnya dengan indeks persepsi korupsi (IPK) kita yang berdasarkan survei Transparency International terus mengalami perbaikan. Di tahun 2004 IPK kita masih 2,0 dan sekarang telah menjadi 2,8 – nilai dan prestasi tertinggi yang pernah kita capai," kata SBY dalam pidato hari anti korupsi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/12/2009).

SBY juga mengatakan selama lebih dari lima tahun ini dirinya telah menandatangani 138 izin pemeriksaan bagi penyelenggara negara. SBY mengklaim catatan baru dalam sejarah 5 tahun terakhir ini, penegakan hukum anti-korupsi pun telah menyentuh pejabat negara hingga mantan Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, anggota DPR, DPRD, dan pejabat tinggi lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan itu terjadi pada jumlah kasus yang ditangani, dan juga terlihat pada uang negara yang berhasil diselamatkan. Untuk kasus yang ditangani mulai tahun 2009, kejaksaan menuntut 1292 kasus dengan potensi keuangan negara yang berhasil diselamatkan adalah Rp 4,8 Triliun," beber SBY.

Lebih lanjut SBY mengatakan, kepolisian mulai tahun 2006-2009 melakukan penyidikan 767 kasus korupsi, sedangkan uang yang berhasil diselamatkan adalah sekitar Rp 20 Milyar.

Untuk KPK, sejak tahun 2008–2009 berhasil menuntut 69 kasus korupsi, dengan penyelamatan uang negara sebesar hampir Rp 550 milyar. Di luar penegakan hukum, SBY mengakui, pemerintah juga berhasil secara progresif melakukan upaya penertiban 39.477 rekening keuangan negara, dengan potensi penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 35,92 triliun, USD 237,94 juta dan Euro 2,86 juta.

SBY pun menyebut keberhasilan pemberantasan korupsi di masa pemerintahannya merupakan hasil kerja keras bersama.

"Catatan agresif pemberantasan korupsi demikian dapat dicapai karena adanya kerja keras kita bersama," tandasnya.

(Rez/Rez)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads