"Tidak ada sniper. Tidak ada yang bawa senjata," kata Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Agus Mulyono kepada wartawan, Selasa (8/12/2009).
Hal itu disampaikan usai menggelar Apel Kesiagaan Hari Antikorupsi Sedunia di Lapangan Lalulintas Polda Metro, Jl Sudirman, Jaksel. Apel Pasukan diikuti oleh 4344 anggota Polda Metro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Adapun satuan yang dilibatkan dalam pengamanan besok meliputi Samapta, Satuan Lalulintas, Satuan Pengendalian Massa (Dalmas) Satuan Pengaman Objek Vital (Pam Obvit) dan Satuan Reserse. Satuan Brimob disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Β
"Brimob diturunkan hanya untuk stand by saja," katanya.
Sementara itu, Agus mengaku belum mengetahui persis berapa jumlah massa yang akan melakukan aksi besok. Meski demikian, dia tidak ingin meremehkan kemungkinan jika massa yang turun mencapai puluhan ribu.
"Katanya ribuan. Kita lebih baik over estimate daripada under estimate," tuturnya.
Lebih jauh dirinya menepis apel kesiagaan dilakukan karena situasi sudah genting. Agus beralasan, apel yang dilakukan hanya untuk mengkonsolidasikan kekuatan personil.
"Tidak ada. Apel dilaksanakan untuk semacam konsolidasi saja. Untuk melihat berapa kekuatan polisi, sebanding atau tidak dengan yang merayakan (peserta demo)," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan amanat Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Wahyono agar polisi memberikan pelayanan terhadap massa unjuk rasa.
"Arahan Bapak Kapolda bahwa kita harus berikan pelayanan terbaik agar semua yang ikut andil merasa aman," katanya.
(mei/ndr)











































