Sejak terpilih menjadi presiden, Obama telah berupaya mengajak pemerintah Iran berdialog mengenai program nuklirnya. Namun kini diingatkan Obama, waktu bagi Teheran untuk merespons tawaran AS kian habis. Obama bahkan mengindikasikan, sanksi-sanksi baru bisa diberlakukan jika Teheran tidak juga memberikan respons hingga akhir tahun ini.
Namun PM Erdogan menunjukkan keengganannya mengenai sanksi yang lebih berat terhadap Iran. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (8/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya percaya Turki bisa menjadi pemain penting dalam mencoba menggerakkan Iran menuju arat tersebut," tutur Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih usai pertemuan dengan PM Erdogan.
AS dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuding pemerintah Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran bersikeras membantahnya. Ditegaskan Teheran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/iy)










































