"Pokoknya kita bertahan sampai UMK (Upah Minimun Kabupaten) sebesar Rp 1.177.751 dikeluarkan SK 100 persen," kata koordinator lapangan aksi demo, Kodirin, kepada detikcom melalui telepon, Selasa (8/12/2009) pukul 12.30 WIB.
Menurut Kodirin, aksi ini memang sengaja untuk menutup akses jalur di beberapa tempat di Tangerang. Ada tiga titik jalur yang diblokir massa, yakni tol Bitung, tol Kedaton-Cikupa, dan tol Balaraja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kodirin menjelaskan, dia bersama teman-teman buruh lainnya menuntut agar Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengeluarkan SK agar UMK buruh di Kabupaten Tangerang disetujui 100 persen. Jika tidak, mereka akan terus melakukan aksi tersebut.
"Kalau sampai pukul 15.00 WIB nanti tidak ada sikap, kita bergerak menduduki kantor Bupati," imbuhnya.
Kodirin menyatakan, aksi ini sempat berlangsung kisruh. Beberapa petugas polisi meminta buruh menghentikan aksinya, namun karena jumlah yang tidak seimbang, polisi akhirnya mengalah.
"Ini aksi keempat kalinya dan kita masih menunggu sikap Bupati," tutupnya.
Akibat aksi ini, para pengguna jalan tol terjebak macet. Ada pengendara yang mengaku terjebak hingga 3,5 jam. Pengendara khawatir tetap terjebak hingga sore nanti bila aparat tidak segera berbuat.
(ape/nrl)










































