Soft Power Untuk Asia yang Berbeda

Asian Parliamentary Assembly

Soft Power Untuk Asia yang Berbeda

- detikNews
Selasa, 08 Des 2009 13:04 WIB
Soft Power Untuk Asia yang Berbeda
Bandung - Perkembangan tata ekonomi dan geopolitik global dewasa ini membuka peluang baik bagi kawasan Asia hingga tampil beda dibanding sebelumnya. Yaitu menjadi poros baru bagi kekuatan dunia melalui pendekatan soft power.

Demikian kata Presiden SBY ketika membuka sidang pleno ke-4 Asian Parliamentary Assembly (APA). Acara berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, Selasa (8/12/2009).

"Yakni Asia yang penuh jaringan kemitraan dan toleransi. Asia yang damai dan sejahtera. Asia yang menjadi poros pertumbuhan dunia," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan Asia punya modal yang cukup untuk menjadi poros baru dunia. Potensi dan kekuatan Asia telah terbukti dalam masa krisis global baru lalu dengan tiga negaranya yang mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi di saat Eropa dan Amerika lesu.

"Kita telah membuktikan menjadi bagian dari solusi," ujar SBY.

Untuk mewujudkan Asia yang baru ini, menurut Presien, pendekatan yang bisa ditempuh adalah melalui soft power. Yakni membangun demokrasi yang memperhatikan nilai budaya lokal dan mengembangkan toleransi terhadap perbedaan.

Di dalam kaitan tersebut APA punya peran penting. Sebab pada dasarnya membangun parlemen adalah membangun demokrasi yang sehat serta masyarakat yang adaptif terhadap perubahan dunia.

"Saya sungguh percaya, bahwa kunci dari masa depan Asia yang damai dan sejahtera, terletak pada kapasitas kita untuk membangun dan menyebarkan soft power. Apabila abad 21 dapat kita jadikan abad soft power, kita akan mewujudkan suatu Asia yang berbeda. Dan dalam semua
ini, parlemen memainkan peran yang sangat strategis," papar SBY.

(lh/nrl)


Berita Terkait