"Coba petugas keamanan dalam, tertibkan pengunjung sidang. Hubungi polisi untuk menertibkan," kata Herry sambil memukulkan palunya beberapa kali di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (8/12/2009).
Peristiwa tersebut berawal saat JPU Cirus Sinaga mencecar sejumlah pertanyaan kepada Edo. Karena Cirus bertanya dengan pertanyaan yang berulang-ulang, Edo pun protes kepada majelis hakim.
Mendengar hal itu, seorang pengunjung bertepuk tangan dan berteriak mendukung Edo. Belum diketahui identitas pengunjung tersebut.
Aksi pengunjung itu membuat Herry marah. "Majelis hakim tidak ingin ada kekacauan, ada teror, ada tepuk tangan, dan ada hal yang mengganggu persidangan," kata Herry.
Ruang sidang mendadak hening. Para pengunjung terdiam. Pengunjung yang berada di luar ruangan penasaran ada kejadian apa di dalam ruang sidang.
Petugas keamanan yang tadinya berjaga dengan santai, kini memperketat ruang sidang.
(gus/nrl)










































