Perkembangan terbaru, Hatta dipastikan mulus jadi ketua umum PAN. "Kalau tidak ada tsunami politik, Hatta tidak ada lawan. Makanya Drajad dikabarkan mundur dan cukup puas dengan posisi wakil ketua umum," kata sumber detikcom di DPP PAN, Selasa (8/12/2009).
"Hanya saja sekarang muncul masalah karena Amien Rais ingin memasang anaknya, Hanafi Rais, sebagai Sekjen mendampingi Hatta. Kabarnya, Hatta tidak setuju. Ini yang masih alot dan terjadi tarik-menarik," imbuh sumber itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan inilah yang membuat Hatta terusik. Hatta tidak setuju kalau semua pos strategis diisi 'orang'-nya Amien. Sebab, posisi ketua umum Hatta akan percuma saja kalau dikelilingi kekuatan lain. Ini sama saja dikunci. Ini yang membuat Hatta masih negosiasi," papar sumber itu.
Sebagai solusi, Hatta dikabarkan sedang menawar posisi sekjen dipegang 'orang'-nya Hatta. Dengan konsekuensi kekuatan MPP total diberikan kepada Amien Rais. Sementara, untuk posisi wakil ketua dipasang 2 orang sebagai bentuk akomodasi dari kekuatan Amien dan Hatta.
"Kabarnya, Hatta sudah menyiapkan calon sekjen sendiri, tapi bukan seperti usulannya Amien, yaitu Hanafi Rais. Untuk wakil ketua, Hatta usul 2 pos, jadi wakil ketua umum nanti ada 2. Kalau satunya Drajad, mungkin satunya ya Zulkifli Hasan-lah, begitu," paparnya.
Sumber detikcom lainnya menjelaskan, beberapa nama calon Sekjen PAN dari kubu Hatta yang mulai muncul adalah Tjatur Sapto Edy dan Taufik Kurniawan. Sementara dari kubu Amien Rais ada nama baru yang merupakan anak Amien, Hanafi Rais. Posisi Zulkifli Hasan dan Patrialis akan diposisikan di jajaran ketua atau MPP. Sebab keduanya sudah memiliki tugas besar yang harus dikawal dengan baik.
"Rupanya Amien Rais memang masih ingin mencengkeram lebih kuat PAN. Karena itu sekarang yang didorong adalah Hanafi Rais. Saat ini nama Hanafi sudah dideklarasikan oleh kalangan anak muda, seperti BM PAN dan KIBAR," ujar sumber itu.
(gah/nrl)










































