"Kita imbau masyarakat tidak usah khawatir," kata Kapolri usai menghadiri Forum Koordinasi atau Konsultasi dengan Menkopolhukam, Jaksa Agung, KPK, Depkum HAM, di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (8/12/2009).
Bambang menerangkan, polisi senantiasa akan mengawal seluruh rangkaian aksi agar berlangsung tertib dan damai. Dia juga berharap agar elemen peserta aksi bisa membantu tugas polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, pihaknya akan selalu mengimbau agar peserta aksi tidak terpancing emosi. Bambang juga telah mengingatkan kepada petugasnya di lapangan agar menghindari kontak fisik.Β
"Kita juga imbau seluruh komponen yang melakukan aksi besok agar saat di lapangan tidak saling bersentuhan kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain," terangnya.
Tanggapan Bapak soal beredarnya SMS bahwa besok akan rusuh? "Kita berharap seluruh rakyat tidak mengkhawatirkan terkait rangkaian kegiatan besok yang dilakukan oleh beberapa elemen. Hal itu dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, semangat ini untuk memberantas korupsi," jawabnya.
Apakah ada persiapan khusus atau penambahan pasukan terkait aksi besok? "Prinsipnya kita memberikan pelayanan yang maksimal untuk menjaga kondusifitas yang selama ini ada," tandasnya.
SBY Paranoid
Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi III DPR Nasir Jamil menilai kekhawatiran Presiden SBY atas aksi 9 Desember tidak beralasan dan cenderung paranoid.
"Saya menyayangkan cara SBY menyampaikan kekhawatirannya terkait demo tanggal 9. Ini kontraproduktif dan semakin membuat publik ragu apakah SBY serius atau tidak dengan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Nasir.
Politisi PKS ini meminta agar aksi 9 Desember tidak berlangsung anarkis. (ape/nrl)











































