Kapolri Minta Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Isu Rusuh 9 Desember

Kapolri Minta Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

- detikNews
Selasa, 08 Des 2009 11:58 WIB
Kapolri Minta Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
Jakarta - Statemen SBY tentang gerakan 9 Desember memicu isu munculnya keresahan pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia itu. Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri meminta masyarakat tidak termakan isu itu. Kapolri berharap aksi akan berjalan kondusif.

"Kita imbau masyarakat tidak usah khawatir," kata Kapolri usai menghadiri Forum Koordinasi atau Konsultasi dengan Menkopolhukam, Jaksa Agung, KPK, Depkum HAM, di Hotel Le Meridien, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (8/12/2009).

Bambang menerangkan, polisi senantiasa akan mengawal seluruh rangkaian aksi agar berlangsung tertib dan damai. Dia juga berharap agar elemen peserta aksi bisa membantu tugas polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berharap suasana kondusif karena kami yakin teman-teman dari seluruh komponen memiliki semangat yang sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban," imbuhnya.

Menurut Bambang, pihaknya akan selalu mengimbau agar peserta aksi tidak terpancing emosi. Bambang juga telah mengingatkan kepada petugasnya di lapangan agar menghindari kontak fisik.Β 

"Kita juga imbau seluruh komponen yang melakukan aksi besok agar saat di lapangan tidak saling bersentuhan kita saling menghormati dan menghargai satu sama lain," terangnya.

Tanggapan Bapak soal beredarnya SMS bahwa besok akan rusuh? "Kita berharap seluruh rakyat tidak mengkhawatirkan terkait rangkaian kegiatan besok yang dilakukan oleh beberapa elemen. Hal itu dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, semangat ini untuk memberantas korupsi," jawabnya.

Apakah ada persiapan khusus atau penambahan pasukan terkait aksi besok? "Prinsipnya kita memberikan pelayanan yang maksimal untuk menjaga kondusifitas yang selama ini ada," tandasnya.

SBY Paranoid

Dalam kesempatan terpisah, anggota Komisi III DPR Nasir Jamil menilai kekhawatiran Presiden SBY atas aksi 9 Desember tidak beralasan dan cenderung paranoid.

"Saya menyayangkan cara SBY menyampaikan kekhawatirannya terkait demo tanggal 9. Ini kontraproduktif dan semakin membuat publik ragu apakah SBY serius atau tidak dengan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Nasir.

Politisi PKS ini meminta agar aksi 9 Desember tidak berlangsung anarkis. (ape/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads