"Rencana aksi moral 9 Desember public relationnya Presiden sendiri. Dengan pernyataan khawatir, justru momen gerakan masyarakat antikorupsi semakin besar," ujar Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2009).
Tjahjo menilai, SBY mendapat informasi aksi besar-besaran dari intelijen. Seharusnya, kata dia, data intelijen tidak bisa dijadikan acuan.
"Data intelijen yang seharusnya dijadikan pegangan tidak bisa dipertanggungjawabkan terhadap situasi harian," imbuh dia.
Bahkan, lanjut dia, jika SBY sudah tahu jika informasi dari intelijen itu valid maka tidak perlu dipublikasikan. Hal ini untuk mencegah kerisauan masyarakat.
"Jaringan intelijen sudah memahami terhadap gerakan di setiap masyarakat bagaimana cegah tangkalnya. Operasi intelijen tertutup jadi tidak perlu diumumkan kerisauannya dan seharusnya bisa diatasi," tandas Tjahjo.
(nik/iy)










































