"Diduga karena adanya warga atas nama Obed Ayok tidak terpilih jadi pimpinan DPRD Papua Barat," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Agus Riyanto dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (7/12/2009).
Agus mengatakan, hasil pengecekan langsung di lapangan ditemukan adanya beberapa perusakan yakni kaca pintu dan jendela depan kantor Gubernur pecah, pintu utama jebol, 2 pot bunga hancur, dan beberapa lampu neon di tribun utama hancur.
"Tindak lanjut olah TKP kumpulkan barang bukti dan saksi," jelasnya.
(gus/iy)











































