"Karena ingin konsen melakukan tugas maksimal di DPR, beliau dengan legowo mundur dari sekjen," kata Anas Urbaningrum kepada detikcom, Senin (7/12/2009).
Anas menilai niat Marzuki untuk mundur sebagai Sekjen merupakan preseden yang baik. Hal ini juga bisa dijadikan tradisi yang baik di parpol besutan SBY ini. "Saya kira itu preseden yang baik dan baik bagi Marzuki, partai, DPR, dan rakyat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutan mengatakan, partainya ingin membiasakan hal baru terkait penempatan kader. Yakni jika seorang kader telah dipercayakan untuk tugas yang lebih penting lagi yakni untuk kepentingan negara maka jabatan mereka di partai sudah seharusnya ditinggalkan.
"Ini tradisi baik. Demi untuk kepentingan negara itu juga," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Sutan juga menepis rumor kalau Marzuki Alie dicopot karena tidak cocok dengan Ketua Umum Hadi Utomo. Menurutnya, rumor yang dihembuskan itu tidaklah benar. Hubungan keduanya baik-baik saja. "Nggak bener itu," tandasnya.
Marzuki Alie sebagai Sekjen PD digantikan oleh Ketua DPP PD Amir Syamsuddin. Penggantian itu berlangsung dalam Rapimnas III PD, Minggu (6/12) kemarin.
(Rez/yid)











































