"Laporan intelijen itu bersifat rahasia," jelas Kabaintelkam Polri Irjen Pol Saleh Saaf melalui telepon, Senin (7/12/2009).
Saleh menegaskan data yang bocor di luaran bukanlah keluaran lembaganya. "Pastinya data intelijen rahasia," tandasnya.
Data yang beredar itu merupakan hasil rapat pihak kepolisian pada 13 November. Data tersebut berisi analisa naiknya suhu politik nasional karena ada agenda terselubung dari kelompok tertentu, yang menyasar pada Centurygate.
Kelompok tersebut adalah elite politik, LSM, kelompok sosialis dengan tujuan utama melakukan degradasi pemerintah. Sebelumnya juga beredar "resume hasil pertemuan di Dharmawangsa" yang disebut-sebut dihadiri sejumlah tokoh, dengan tujuan utama menggulingkan pemerintah. Semua tokoh yang disebut dalam "dokumen" itu telah menyangkal.
(ndr/nrl)











































