"SBY jangan terlalu panik dan jangan dipanikan. Tenang-tenang saja," kata Ketua Blok Perubahan, Rizal Ramli dalam diskusi politik di Rumah Perubahan, Jalan Panglima Polim, Jaksel, Senin, (7/12/2009).
Menurutnya, kerusuhan dalam gerakan sosial merupakan hasil kerja intelijen untuk menangkapi oposisi. Selain itu, ada juga kelompok bayaran yang berfungsi untuk mengacaukan aksi-aksi sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan menurut pengamat politik UI, Boni Hargens, pernyataan Presiden SBY dinilai kurang bijaksana. Dia menilai Presiden berbicara bukan sebagai kepala negara tapi politikus.
"Pernyataan itu meresahkan masyarakat. Padahal itu kan adalah hari antikorupsi. Harusnya, Presiden berdiri paling depan dan memimpin demo antikorupsi. Dari statmen-statmen SBY, maka dia telah mengidap phobia publica atau takut kepada publik," paparnya.
(asp/mok)











































