Jika iya, Fadjroel Rachman menyesalkan SBY mempercayai informasi fiktif tersebut. "SBY mendasarkannya (gerakan 9 Desember-red) dari informasi fiktif pertemuan di Darmawangsa, itu benar-benar tidak benar," tegas koordinator Koalisi Masyarakat Antikorupsi (Kompak) ini pada detikcom, Senin (7/10/2009). Kompak adalah elemen yang akan turut bergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) pada peringatan Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember nanti.
Sejak pekan lalu beredar lewat internet dokumen bertajuk 'resume pertemuan di Hotel Dharmawangsa'. Resume itu sangat jelas menyebutkan trik-trik melengserkan SBY. Sejumlah nama ditulis sebagai peserta pertemuan yang tak jelas kapan dilaksanakan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadjroel juga menilai pesan SBY bahwa ada pihak yang hendak menggulingkannya terlalu berlebihan dan paranoid.
Fadjroel memprediksi munculnya massa aksi tandingan -- sebagaimana aksi GIB 29 November lalu -- pada 9 Desember mendatang besar. "Sangat mungkin ada, maka tuduhan Presiden SBY lebih baik diarahkan ke aksi tandingan," ucapnya.
Fadjroel menyatakan, massa tandingan 29 November lalu tidak memiliki izin aksi maupun identitas namun tidak ada upaya dari kepolisian untuk menangani mereka. "Jadi daripada urusin orang-orang terhormat dan intelektual, mending urusin preman-preman bayaran," katanya.
(amd/nrl)










































