"Nggak takut. Kemarin (ketika aksi sebelumnya) kita malah gunakan taktik sederhana, kita menyanyi saja lagu-lagu kebangsaan. Karena kalau melakukan orasi malah memancing keributan," ujar Fadjroel pada detikcom, Senin (7/12/2009).
Fadjroel menyatakan karena aksi GIB adalah aksi damai maka dalam aksi damai kemarin mereka mencoba menegosiasi massa aksi tandingan dengan menyatakan pihaknya tidak ingin ada tindak kekerasan. "Prinsipnya kita tidak melawan dan tidak melakukan kekerasan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak (ada panggung), karena kita tidak ingin bermasalah lagi. Tapi teman-teman usahakan tronton, jadi akan ada panggung berjalan dengan sound system," katanya.
Fadjroel menambahkan, hingga kini sudah banyak pihak yang menyatakan konfirmasi untuk bergabung dalam aksi yang akan diadakan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 9 Desember mendatang.
"Yang jelas dan pasti, dari Kompak kita akan turun semua, lalu ada tokoh agama Pak Din Syamsuddin, Pak Hasyim Muzadi, Romo Sandyawan, Romo Benny, Kyai Imanul Haq dari Majalengka, tokoh antikorupsi Erry Riyana, Effendi Gazali, dan penyanyinya Franky Sahilatua," jelasnya.
(amd/nwk)










































