Delay Capai 20 Jam, PPIH Tetap Maksimal Layani Jamaah Haji

Laporan dari Arab Saudi

Delay Capai 20 Jam, PPIH Tetap Maksimal Layani Jamaah Haji

- detikNews
Minggu, 06 Des 2009 23:50 WIB
Delay Capai 20 Jam, PPIH Tetap Maksimal Layani Jamaah Haji
Jeddah - Penundaan (delay) penerbangan kepulangan jamaah haji Indonesia semakin parah, mencapai 20 jam!. Namun petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tetap memberikan pelayanan yang maksimal.

Penundaan itu terkait padatnya arus lalu lintas penerbangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

"Petugas Daker Jeddah tetap fokus memberikan pelayanan, walaupun maskapai penerbangan yang bersangkutan yang bertanggungjawab. Kami tidak bisa melepas begitu saja. Kami harus maksimal," kata Kepala PPIH Daerah Kerja Jeddah, Subhan Cholid, kepada wartawan Tim Media Center Haji di Hotel Rowad Al Fakhama, Jeddah, Minggu (6/12/2009) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Subhan menambahkan pihaknya memastikan jamaah tidak akan kekurangan hak-haknya, baik sejak berangkat dari penginapan ke hotel transit, serta dari hotel transit ke bandara.

Menurut Subhan, untuk memberikan pengertian kepada para jamaah agar menuju hotel yang disediakan oleh pihak Saudia Airlines bukan perkara yang mudah. Sebagian besar jamaah sudah ingin cepat pulang, sehingga memilih bertahan di Bandara King Abdul Azis, walaupun sudah diberitahu secara lengkap pihak Saudia dan sudah diberitahu akan mendapatkan fasilitas menginap di hotel.

"Kalau delay-nya lama sangat merugikan jamaah kita sendiri, karena mereka harus menunggu di bandara yang suasananya tidak nyaman. Namun mengajak mereka yang sudah terlanjur masuk bandara untuk menuju hotel yang disediakan Saudia juga tidak mudah. Petugas dari Saudia sering tidak mampu dan di sinilah menuntut peran maksimal petugas-petugas kita," jelasnya.

Sering juga terjadi jamaah hanya mau kembali ke hotel tempat mereka transit setelah menempuh perjalanan dari Makkah dan Madinah. Padahal hotel mereka saat transit berbeda kontraknya dengan hotel yang disediakan pihak Saudia Airlines untuk menampung kloter yang delay.

"Hal ini akan disosialisasikan dengan benar oleh petugas kami, termasuk penjelasan bahwa delay ini bukan kesalahan pihak kita," ujarnya.

Subhan mengatakan hal itu, karena banyak jamaah Indonesia yang kesal akibat delay dari Saudia dan langsung menyalahkan petugas haji Indonesia yang sedang mendampingi mereka. Mereka menganggap delay ini akibat buruknya koordinasi petugas Indonesia dengan Saudia.

"Padahal Saudia mengatakan delay ini akibat rotasi pesawat dan masalah teknis pesawat mereka. Sayangnya petugas Saudia banyak yang enggan berurusan dengan jamaah kita. Ya akibatnya petugas kita yang harus berhadapan dengan jamaah yang kesal," ungkapnya.

Sementara untuk diketahui, hingga kini delay yang terjadi dalam penerbangan kepulangan jamaah haji Indonesia bisa sampai 20 jam. Contohnya dialami jamaah haji berasal dari Kloter 04 BTH atau embarkasi Batam.

Awalnya, kloter ini dijadwalkan berangkat pada Sabtu (5/12/2009) pukul 21.05 waktu setempat, tapi baru berangkat pada Minggu (6/12/2009) pukul 17.00 waktu setempat ini.

Sebelumnya, hal yang sama dialami Kloter 03 BTH (Batam) yang mengalami delay selama 18 jam dan hari ini Kloter 5 BTH juga mengalami delay selama 17 jam.

"Kami berharap pihak Saudia lebih aktif lagi mengkomunikasikan masalah delay ini, sehingga kita bisa atur sebaik mungkin agar jamaah tidak dipindahkan berkali-kali, karena kloter 03 BTH sampai pindah hotel dua kali," imbuh Subhan.

Subhan berjanji akan mengajak pihak Saudia Airlines berkoordinasi agar jamaah bisa menunggu delay di hotel tempat mereka transit.

Tidak hanya Saudia, maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga mengalami delay kendati berkisar 3 sampai 4 jam saja, sehingga tidak menjadi masalah yang berarti bagi jamaah untuk tetap menunggu di Bandara.

(zal/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads