"Laut Timor sudah positif tercemar minyak mentah. Ini sangat mencemaskan," ujar Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Utara Lita Mamonto di kantornya, Jl Tegal Parang Utara, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2009).
Menurut Lita, pencemaran kali ini cukup besar. Dampak yang dirasakan petani rumput laut, nelayan tradisional hingga petani garam pun tidak sedikit. Tidak hanya itu, konsumsi ikan mati oleh masyarakat pesisir pun berpotensi menggangu kesehatan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah harus segera mengidentifikasi dampak terhadap petani, nelayan oleh tim independen dan memberikan kompensasi yang pantas," pinta Lita.
Karena tumpahan minyak yang terjadi sejak 21 Agustus 2009 ini berasal dari Ladang Montara di Blok West Atlas Laut Timor perairan Autralia, Lita minta agar pemerintah menuntut Pemerintah Australia untuk melakukan pencegahan agar pencemaran tidak semakin meluas.
(did/amd)











































