"Kasus ini akan mencerminkan negara ini berdasarkan hukum atau tidak dan ini merupakan berkah tersembunyi bagi polisi," kata JJ Rizal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Minggu (6/12/2009).
JJ Rizal adalah korban salah tangkap oleh aparat Polsek Beji, Depok. Rizal berharap di ulang tahunnya Polda Metro Jaya dapat melakukan introspeksi diri dan pembenahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan peristiwa ini, katanya, tidak menutup kemungkinan dirinya akan membenci polisi. "Perasaan-perasaan itu pasti ada karena saya merasakan langsung," ungkapnya.
Rencananya, Polda Metro akan membagai-bagikan tangkai bunga dan kartu di Bundaran HI besok, Senin, 7 Desember.
"Kami mohon doa dan restu masyarakat agar dapat mengemban tugas dengan baik demi kejayaan bangsa dan negara," kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Boy Rafli Amar dalam pesan singkat yang diterima wartawan.
PR Belum Terselesaikan
Sebagai aparat penegak hukum, masih banyak pekerjaan rumah (PR) polisi yang masih belum terselesaikan. Polisi humanis, salah satu slogan polisi yang masih jauh dari kenyataan.
"Menurutku, itu hanya slogan saja. Pada kenyataannya, polisi arogan," kata Dedi Suryadi, warga Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Dedi, banyak polisi yang telah bersikap arogan dalam menegakkan hukum di negri ini. Dedi mencontohkan, kasus penembakan terhadap penjudi di Depok beberapa pekan lalu tidak akan terjadi jika polisi tidak bersikap arogan.
Pungli di jalan yang dilakukan Polantas, menurut Dedi, prakteknya masih banyak terjadi. "Meski ditulis di spanduk-spanduk agar tidak memberi dan menerima suap, prakteknya masih di lapangan," ujar Dedi.
Begitu banyak tugas yang belum diselesaikan polisi. Akankah polisi bersikap humanis dan berhati nurani dalam menegakkan hukum di negri ini? Mungkinkah polisi kita bisa betul-betul melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat?
(nal/ndr)











































