"Kami kini tengah memeriksa 11 saksi, yang terdiri dari 6 karyawan PT PN VII, 3 anggota Brimob, serta 2 polisi dari pos setempat," kata Kepala Humas Polda Sumsel Kombes Abdul Gofur, Sabtu (05/12/2009).
Selain itu, kata dia, polisi tengah bernegosiasi dengan warga untuk menyerahkan otak dari aksi anarkis di areal perkebunan PT PN VII Cinta Manis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang pengakuan korban penembakan, Muklis yang dua jarinya putus dan dioperasi kembali karena terkena peluru tajam, Gofur membantahnya. "Itu tidak benar. Tidak ada peluru tajam. Kita menggunakan karet dan peluru kosong. Dapat saja mereka mengalami luka seperti itu kalau jarak terlalu dekat, terkena peluru karet," kata Gofur.
Dijelaskan Gofur, peluru karet yang dilepaskan para anggota Brimob sebanyak 12 peluru.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi petani Desa Rengas dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap perkebunan dan infrastruktur PT PN VII Cinta Manis, berujung dengan penembakan peluru karet oleh anggota Brimob Polda Sumsel terhadap mereka, Jumat (04/12/2009) sore. Akibatnya 13 petani mengalami luka tembak, dan dua orang masih dirawat di RS Moehammad Hoesin Palembang.
Para petani ini menuntut lahan seluas 1.500 hektar yang telah dirampas PT PN VII Cinta Manis.
(tw/asy)











































