Amanda Knox dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan kekerasan seks terhadap mahasiswi asal Inggris, Meredith Kercher. Kekasih Knox, Raffaele Sollecito (25) asal Italia juga divonis 25 tahun penjara atas keterlibatannya dalam pembunuhan November 2007 itu.
Tangisan Knox pecah saat hakim membacakan putusan. Wanita berusia 22 tahun itu langsung memeluk pengacaranya. Sedangkan Sollecito tampak diam dan menoleh ke arah keluarganya sementara ibu tirinya berteriak: "Yang kuat, Raffaele!" Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Sabtu (5/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Knox asal Seattle tersebut dituduh mendalangi pembunuhan Kercher (21). Korban ditemukan setengah bugil di kamar tidur apartemennya di Perugia, tempat dia menyelesaikan kuliah diploma satu tahun di Italia. Ada luka iris pada kerongkongannya.
Penuntut menduga jejak-jejak kecil DNA yang sesuai dengan DNA Kercher ditemukan pada ujung pisau yang dicuci dengan pemutih di rumah Sollecito. Namun pengacara terdakwa berdalih, pisau tersebut tidak cocok dengan luka-luka Kercher. Dan bukti DNA itu terlalu sedikit untuk disimpulkan dan mungkin saja telah terkontaminasi.
Para penuntut tadinya mengajukan hukuman seumur hidup untuk Knox dan Sollecito. Namun dewan juri memberikan hukuman yang lebih ringan karena mereka masih muda dan tidak punya catatan kejahatan.
Para penuntut menuduh Knox membujuk Sollecito dan Rudy Guede untuk ikut serta dalam permainan seks ektrem yang melibatkan Kercher. Permainan itu kemudian berubah kasar. Knox diduga marah pada Kercher karena teman sekamarnya itu melontarkan ejekan padanya.
Guede sendiri telah dihukum lebih dulu pada Oktober 2008 lalu. Pria itu menerima vonis 30 tahun penjaran atas keterlibatan dalam pembunuhan Kercher.
Kasus ini telah menarik perhatian besar media Italia dan luar negeri. Dalam sidang putusan hari ini pun, ruang pengadilan dipenuhi oleh para jurnalis yang kebanyakan berasal dari AS dan Inggris.
(ita/ita)










































