Pernyataan itu disampaikan Wagub Gatot dalam peluncuran buku Kumpulan Cerpen 'Medan' yang berlangsung, Jumat (4/12/2009) di Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara, Jl Perintis Kemerdekaan Medan. Dalam kesempatan itu hadir juga Pj. Walikota Medan Rahudman Harahap dan mantan Pj. Walikota Medan Afifuddin Lubis.
"Dialog itu hendaknya rutin, apakah Selasa malam, Rabu malam maupun waktu lainnya. Dengan demikian para seniman maupun sastrawan tetap dapat berdiskusi untuk melahirkan karya-karyanya, sehingga Medan maupun Sumatera Utara terus melahirkan karya-karya," ujar Gatot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita yang disodorkan yang mengandung kompleksitas problematika kota dan masyarakatnya dan disajikan dengan gaya dan teknik penceritaan yang beragam. Kritik mengandung harapan dilancarkan tanpa verbalitas, namun bermain dengan berbagai cara, mulai ironi sampai parodi.
"Sepanjang penelitian yang kami lakukan, sebelumnya belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong KSM menerbitkan buku kumpulan cerpen ini," ujar Ketua KSM, Teja Purnama.
"Kita berharap kumpulan cerpen ini dapat menjadi kontribusi nurani dan pikiran sastrawan untuk para pengambil kebijakan," ungkapnya.
(rul/anw)











































