Medan Butuh Dialog Budaya yang Rutin

Medan Butuh Dialog Budaya yang Rutin

- detikNews
Sabtu, 05 Des 2009 02:31 WIB
Medan - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho menilai perlunya dilakukan dialog kebudayaan yang rutin di Medan. Hal itu untuk mendorong tetap terjaganya daya kritis dan kreativitas para pegiat seni maupun sastra di Medan.

Pernyataan itu disampaikan Wagub Gatot dalam peluncuran buku Kumpulan Cerpen 'Medan' yang berlangsung, Jumat (4/12/2009) di Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara, Jl Perintis Kemerdekaan Medan. Dalam kesempatan itu hadir juga Pj. Walikota Medan Rahudman Harahap dan mantan Pj. Walikota Medan Afifuddin Lubis.

"Dialog itu hendaknya rutin, apakah Selasa malam, Rabu malam maupun waktu lainnya. Dengan demikian para seniman maupun sastrawan tetap dapat berdiskusi untuk melahirkan karya-karyanya, sehingga Medan maupun Sumatera Utara terus melahirkan karya-karya," ujar Gatot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buku Kumpulan Cerpen Medan setebal 210 halaman yang diluncurkan tersebut, diterbitkan Komunitas Seni Medan (KSM). Di dalamnya termuat 15 cerpen karya 15 cerpenis. Di antaranya, T Agus Khaidir, Rina Mahfuzah, Damiri Mahmud, Idris Pasaribu, Muram Batu dan Nasib TS.

Cerita yang disodorkan yang mengandung kompleksitas problematika kota dan masyarakatnya dan disajikan dengan gaya dan teknik penceritaan yang beragam. Kritik mengandung harapan dilancarkan tanpa verbalitas, namun bermain dengan berbagai cara, mulai ironi sampai parodi.

"Sepanjang penelitian yang kami lakukan, sebelumnya belum ada buku kumpulan cerpen yang seluruhnya bertemakan Medan. Inilah yang mendorong KSM menerbitkan buku kumpulan cerpen ini," ujar Ketua KSM, Teja Purnama.

"Kita berharap kumpulan cerpen ini dapat menjadi kontribusi nurani dan pikiran sastrawan untuk para pengambil kebijakan," ungkapnya.

(rul/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads