Program Revitalisasi Kebun Tebu PT PN VII Terancam

Program Revitalisasi Kebun Tebu PT PN VII Terancam

- detikNews
Sabtu, 05 Des 2009 00:12 WIB
Palembang - Aksi pengrusakan dan pembakaran oleh para petani terhadap perkebunan sengketa petani dan PT PN VII Cinta Manis, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, membuat program revitalisasi kebun tebu perusahaan tersebut terancam.

"Program ini terancam batal, dan stok gula nasional akan terancam di masa mendatang," kata kepala Humas PT PN VII Cinta Manis, Sonny Soediastanto, yang dihubungi Jumat (4/12/2009) malam.

Menurut Sonny, pihaknya mengharapkan tidak adanya aksi kekerasan seperti yang terjadi pada hari ini Jumat (4/12/2009) maupun sebelumnya. "Kita sangat menyesalkan adanya penembakan itu maupun aksi kekerasan oleh warga itu," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sonny, kerugian yang dialami PT PN VII Cinta Manis saat ini tengah dihitung, "Diperkirakan jumlahnya puluhan miliaran rupiah," katanya.

"Namun ada 9 karyawan kami yang terluka, dan 2 kondisinya kritis," katanya.

Yang jelas, kata Sonny, aksi pengrusakan lahan, pembakaran kantor dan alat produksi, milik PT PN VII Cinta Manis, menyebabkan program revitalisasi kebun tebu dari 4.500-5.500 hektare menjadi terancam gagal.

"Kami mengharapkan pemerintah daerah, seperti pemerintah Ogan Ilir maupun pemerintah Sumatra Selatan memperhatikan persoalan ini. Sebab persoalan ini mengancam penyediaan gula pasir nasional ke depan," katanya.

Dijelaskan Sonny program revitalisasi itu ditargetkan hingga 7.000 hektare yang menelan biaya sebesar Rp 355 miliar.

(tw/anw)


Berita Terkait