Buku Catut KPK, Kabiro Hukum KPK Diperiksa Polda Metro

Buku Catut KPK, Kabiro Hukum KPK Diperiksa Polda Metro

- detikNews
Jumat, 04 Des 2009 17:34 WIB
Buku Catut KPK, Kabiro Hukum KPK Diperiksa Polda Metro
Jakarta - Kabiro Hukum KPK Khaidir Ramli diperiksa Polda Metro. Khaidir diperiksa terkait pasal perbuatan tak menyenangkan yang dilaporkan seseorang disebut-sebut terkait penerbitan sebuah buku yang diduga mencatut KPK.

"Setahu saya memang benar kemarin diperiksa di Polda, tapi detailnya soal apa saya tidak tahu," kata Kabiro Humas KPK Johan Budi saat dihubungi, Jumat (4/12/2009).

Khaidir saat dihubungi juga membenarkan soal pemeriksaan tersebut. Ia mengaku diperiksa sebagai terlapor, Kamis (3/12). Namun ia menolak untuk menjelaskan duduk perkaranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya diperiksa sebagai terlapor," ujar Khaidir.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemeriksaan ini berawal dari terbitnya sebuah buku yang bertajuk 'Memberantas Korupsi Bersama KPK'. Seperti tertulis di dalam buku itu, buku itu dibuat oleh Hermansyah. Namun, entah sengaja atau tidak, termuat logo KPK.

KPK yang merasa tak pernah memberi izin, segera memberi peringatan kepada Hermasyah. Tak terima, Hermansyah melaporkan balik KPK ke polisi terkait pasal perbuatan tak menyenangkan.

Sumber detikcom di Polda Metro membisikkan, laporan tersebut dibuat sekitar bulan Oktober-November. Namun diakuinya memang baru bisa diproses saat ini.

Sementara itu, seorang pegawai KPK yang tahu persis persoalan buku ini menjelaskan kegerahan KPK tersebut. Mereka mengaku risih dengan kehadiran buku tersebut.

Selain memuat logo KPK dan tanpa ada izin terlebih dahulu, buku tersebut dijual dengan harga yang melambung. Di toko resmi, buku tersebut dijual dengan harga Rp 99 ribu. Namun beberapa buku tersebut diduga dijual secara paksa juga ke kantor-kantor BUMN.

"Dijual harga sampai Rp 400 ribu. Buku tersebut juga seakan-akan menyebut kerja sama dengan KPK. Makanya banyak yang bertanya kepada kami," terang sumber di KPK tersebut.

(mok/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini