Kelompok penolak yang terdiri kurang dari lima puluhan pemuda itu menamakan diri Komite Pengawas Angket Century. Mereka tiba di lobi Gedung DPR, Senayan, kurang lebih pukul 14.30 WIB, Jumat (4/12/2009), dan langsung saja menyanyikan lagu Indonesia Raya keras-keras untuk menarik perhatian.
Rentetan orasi menyambung lagu Indonesia Raya. "Kami tidak mau pemimpin angket Century ini penumpang gelap! Tidak ikut menggulirkan angket Century tapi lalu memimpin angket! Siapa itu teman-teman?" seru sang orator.
"Idrus Marham! Idrus Marham!" sahut puluhan orang yang membentuk lingkaran sambil membentangkan spanduk bertulis "Tolak Penumpang Gelap Century".
Tampak di dalam barisan membentuk orator adalah aktivis Ray Rangkuti dan Bonny Hargens. "Kami tidak mau angket Century diisi orang-orang SBY. Kami tidak mau Idrus Marham pimpin angket Century!" seru mereka.
Aksi yang menimbulkan suara ribut luar biasa tersebut sukses menarik perhatian. Para staf sekretariat DPR menonton aksi dari balkon lantai dua. Sesi diskusi wartawan tentang angket Century juga otomatis bubar karena pesertanya dan narasumber Andi Rahmat -- anggota FPKS dan inisiator angket Century -- ikut menonton unjuk rasa.
(lh/nrl)











































