Menurut jadwal penetapan Ketua Pansus Century digelar sore ini, Jumat (4/12/2009). Dua pihak akan bertarung adalah kubu inisiator angket (fraksi PDIP-Hanura-Gerindra) dan koalisi pendukung SBY-Boediono (fraksi PD-Golkar-PKS-PAN-PPP-PKB) yang jagoannya masing-masing adalah Gayus Lumbun dan Idrus Marham.
Gayus Lumbuun adalah politisi senior dari PDIP. Sepanjang karir politiknya, penyandang gelar profesor bidang hukum ini dikenal tertib aturan dan minim kompromi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
memecat Max Moein yang juga politisi senior PDIP karena kedapatan berbuat mesum.
Bila si raja tega ini yang terpilih sebagai Ketua Pansus Angket Century, maka besar kemungkinan proses pengungkapan akan berlangsung penuh dinamika. Hampir pasti pansus akan memanggil Wapres Boediono (selaku mantan Gubernur BI), Menkeu Sri Mulyani dan Jusuf Kalla (selaku mantan Wapres RI) untuk dimintakan keterangannya.
Masalahnya hitungan di atas kertas menunjukkan Gayus yang minim kompromi itu
juga minim bekal dukungan. Sebab praktis gabungan dukungan dari trio fraksi PDIP-Gerindra-Hanura hanya menghasilkan 7 suara, jauh tertinggal bila dibandingkan Idrus Marham yang berbekal 23 suara dukungan dari PD-Golkar-PKS-PAN-PKB-PPP.
Lalu apakah dengan bekal 23 suara dukungan Idrus Marham akan melenggang tanpa hambatan menuju posisi Ketua Pansus Angket Century? Hitungan di atas kertas memastikan itu. Asal tidak ada 'pembelotan' dari politisi parpol koalisi yang duduk dalam pansus angket.
Seberapa besar potensi 'membelot' itu? Cukup besar.
Ingat yang pertama kali mempersoalkan secara sisi politis proses bailout Bank Century adalah Drajad Wibowo dari PAN. Tidak ketinggalan Amien Rais yang dedengkot PAN ikut mengobarkan desakan non-aktif bagi Boediono dan Sri Mulyani dari posisi masing-masing dalam pemerintahan.
Potensi pembelotan juga bisa dilihat dari keanggotaan Tim 9 pimpinan Maruaar
Sirait (PDIP) yang dua pekan terakhir sibuk ke sana ke mari membangun opini dan menggalang dukungan terbentuknya angket Century. Di situ ada Bambang Soesatyo (Golkar) dan Andi Rahmat (PKS) yang juga diajukan fraksi masing-masing sebagai anggota pansus angket Century.
Bila ajang pemilihan ketua pansus berlangsung melalui musyawarah untuk mencapai mufakat, mungkin dua politisi muda tersebut tidak leluasa membuat 'ulah'. Lain cerita bila voting yang jadi jalan akhir, Bambang dan Andi punya kesempatan melakukan lobi ke sejawat masing-masing.
"Ketuanya bukan Golkar juga tidak apa-apa. Sebagai mana saya sampaikan, Golkar tidak berambisi untuk memimpin pansus," gertak Bambang pada 29 November silam.
Bila yang terpilih memimpin pansus adalah Idrus Marham, apakah proses angket
Century akan landai-landai saja? Seharusnya cukup menanjak bila rujukan adalah konstelasi politik dalam fraksi parpol pendukung.
"Pimpinan pansus kan bersifat kolegial yang melibatkan semua anggota, jadi
keputusan diambil secara bersama," jelas Ketua FPD Anas Urbaningrum tentang
keputusan FPD tidak memperebutkan posisi ketua pansus.
Lagi pula apalah daya seorang ketua pansus? Bila posisi Ketua DPR disebut-sebut hanya sekedar simbol dan kepanjangan lidah anggora DPR, apa lagi ketua pansus. (lh/ape)











































