Meski sempat tidak terendus media, namun skandal hubungan kedua anggota Fraksi Demokrat tersebut kini membuat heboh kalangan internal PD. PD sendiri tidak ingin ikut campur mengenai prilaku kadernya yang melakukan poligami.
"Kita ngga ngatur yang seperti itu," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada detikcom, Kamis (3/12/2009).
Menurut Mubarok, pilihan kader yang berpoligami adalah hak masing-masing pribadi. Partai tidak memiliki kewenangan untuk mengatur hak asasi.
"Lha wong UU membolehkan," jelasnya.
Mubarok membenarkan dua anggota PD yang terlibat asmara tersebut saat ini duduk menjadi anggota DPR RI. Ia juga menyatakan keduanya berinisial S untuk si wanita dan A untuk si pria.
(ape/her)











































