"Kita sudah lama saling memaafkan. Bahkan staf ahli Xanana Gusmao dan Ramos Horta ada juga yang berasal dari Indonesia," ujar Sosiolog Musni Umar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/12/2009).
Musni justru menyayangkan jika sampai film Balibo dilarang untuk ditayangkan
di Indonesia. Jika dilarang diputar di bioskop atau festival film, Husni yakin masyarakat akan lebih penasaran.
"Buka saja, tidak perlu dilarang-larang," ujar Direktur Institute for Social Empowerment and Democracy ini.
Menurut Husni masyarakat pun sudah cerdas untuk membedakan mana yang fakta dan mana yang persepsi sutradara.
"Kalau dilarang malah nanti masyarakat menganggap ada yang ditutup-tutupi,"
pungkasnya.
(rdf/anw)










































