Kisah ini menjadi pemberitaan dunia ketika para perwira polisi di Peru menggelar konferensi pers untuk menyampaikan soal perdagangan lemak itu.
Saat itu polisi mengklaim telah menangkap empat pria di wilayah terpencil Huanuco. Di sana polisi mengaku menemukan jasad-jasad manusia dan dua botol lemak. Dalam konferensi pers itu, polisi mengklaim kemungkinan korban mencapai 60 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal Miguel Hidalgo, kepala kepolisian Peru mengaku sangat malu atas perbuatan anak buahnya itu. "Ini mempengaruhi imej dan respektabilitas kepolisian," tegasnya seperti dilansir News Sky, Kamis (3/12/2009).
Tidak jelas apa motif dibuatnya cerita bohong itu.
(ita/iy)











































