kerap dikunjugi para keluarga yang hendak menjemput keluarganya dari Makkah adalah Bandara Soekarno-Hatta.
Di terminal haji bandara Soekarno Hatta, sejak pagi puluhan penjemput telah
berdatangan. Mereka rela menunggu di selasar terminal haji hanya sekadar untuk melepas rindu kepada keluarga yang baru saja menyelesaikan Rukun Islam kelima dalam agama Islam tersebut.
"Senang aja kita lihat pertama kali. Pokoknya senanglah," ujar Romli kepada
detikcom di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (3/12/2009).
Romli yang datang bersama rombongan keluarganya hendak menjemput kakaknya yang pergi haji beserta istrinya. Romli rela menempuh perjalanan dari Karawang yang sekitar tiga jam hanya agar dapat menjadi orang pertama yang menyambut sang kakak setibanya di tanah air.
Berbeda dengan Romli, Armado menjemput sang kakak di Bandara Soekarno Hatta karena permintaan kakaknya.
"Kakak saya telepon minta dijemput di sini. Mungkin dia nanti mau meminta
dibawakan barang-barang yang bisa saya bawa," kata Armando yang berasal dari Jakarta.
Hingga pukul 14.00 WIB sudah tiga kloter jamaah haji Indonesia yang mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Menurut informasi dari petugas keamanan bandara hari ini direncanakan ada lima kloter yang akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
"Rombongan menteri tadi mendarat sekitar pukul 10.40 WIB kloter terakhir
diperkirakan sampai jam 17.00 WIB," ujarnya.
Pantauan detikcom, para jamaah haji yang baru tiba dari Arab Saudi lengsung
diarahkan menuju bus yang telah menunggu di bandara. Mayoritas dari mereka
membawa trolly yang ditumpuk sekitar 5 tas. Selain membawa tas, tampak jelas
jamaah membawa air zam-zam. Masing-masing di tiap trolly hanya ada dua galon air zam-zam yang setiap galonnya berisi lima liter.
Hanya Bisa Bersalaman dari balik pagar
Meski telah menunggu lama, para penjemput jamaah haji hanya bisa bersalaman dari balik pagar saja.
"Mau lihat dari turun pesawat. Di sini ketemu cuma jabat tangan dari luar pagar.
Mau rangkulan gak bisa karena ada pagar," ujar Romli.
Ramli yang asli Karawang ini menguturakan, keluarga yang hendak dia jemput
berasal dari embarkasi Bekasi. Dirinya bersama keluarga rela datang ke Bandara Soekarno-Hatta hanya sekadar melepas rasa kangen kepada saudaranya yang telah melaksanakan ibadah haji.
"Sekalian ngajak anak-anak jalan-jalan," kata Romli yang mengaku membawa satu buah kendaraan untuk ke Bandara Soekarno-Hatta.
Lebih jauh Romli mengatakan, dirinya baru dapat menemui keluarganya yang datang dari Mekkah di Embarkasi Bekasi. Namun dia rela datang ke bandara selain untuk melepas rindu juga agar dapat membantu membawa barang bawaan keluarganya.
"Barangkali kalau ada yang bisa lewat pagar akan dibawa, kalau nggak nanti di
ebarkasi Bekasi aja," terang Romli.
(ddt/anw)










































