"Itu hanya program gincu yang memboroskan uang rakyat," kata Ketua Urban Poor Consortium (UPC), Wardah Hafidz saat berbincang lewat telepon, Rabu (2/12/2009).
Bagi Wardah, Bunderan HI sudah terlalu sering mendapat perbaikan. Jika tahun ini kembali dilakukan renovasi, maka Pemda DKI dinilai tidak peka terhadap permasalahan utama yang dialami penduduknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita kelahiran Jombang ini juga mengatakan, jika Pemda DKI ingin memperbaiki penampilan kota Jakarta, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah merubah sistem tata ruang. Penduduk yang berada di kampung-kampung perlu ditingkatkan kondisinya dengan penyediaan sarana rumah bagi warga miskin.
"Program 1.000 tower harus direalisasikan. Tapi dengan syarat kontraktornya harus mampu mencari lahan di dalam kota," tegasnya.
Di samping itu, permasalahan mendasar penduduk juga perlu diperhatikan. Menurut Wardah, sebaiknya anggaran Rp 2 miliar tersebut dialokasikan untuk perbaikan lingkungan untuk mengantisipasi banjir, perbaikan transportasi, dan pendidikan.
"Program gincu-gincuan begitu nggak penting," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ery Basworo mengatakan, pihaknya berencana merenovasi air mancur Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan dana mencapai Rp 2 miliar. Renovasi tersebut untuk mengganti lampu air dan mengganti pompa air mancur Bundaran HI yang saat ini semburannya sudah tidak lagi kuat. (mad/van)











































