"Alasan tersebut terkesan berlebihan," kata Nezar Patria, Ketua AJI Indonesia, dalam rilis kepada detikcom, Rabu (2/11/2009).
AJI menduga, pelarangan film tersebut sangat politis karena telah mengungkap pelanggaran HAM oleh tentara Indonesia dalam pembantaian lima jurnalis asing di Balibo pada tahun 1975. Pelarang film tersebut terkesan untuk menutupi keterlibatan sejumlah perwira Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penayangan film tersebut juga berguna untuk mengingatkan semua pihak agar menghormati jurnalis yang tengah meliput," tutupnya.
(mad/van)










































