"Jelas sulit dilakukan. Oleh karenanya memang harus kita seragamkan walaupun itu juga membuat tidak nyaman. Dan masalah ketidaknyamanan pasti ada," kata Suryadharma Ali.
Hal itu disampaikan SDA dalam acara silaturahmi dan tasyakuran dengan Media Centre Haji di Al Seqala Restoran, Jeddah, Selasa (1/12/2009) malam waktu Arab Saudi.
Menurut SDA, ketidaknyamanan tersebut seperti masalah tidur sekamar dengan banyak orang di pemondokkan, masalah penggunaan toilet yang harus mengantre, masalah makanan yang tidak sesuai selera, hingga masalah-masalah gesekan antara satu dengan lain karena sama-sama mendapati suasana yang baru.
"Saya ambil contoh masalah tidur saja. Ada yang suka lampu nyala, ada yang suka lampu mati," ujarnya.
Namun SDA menegaskan kalau dirinya akan sangat marah bila petugas sampai lalai dan tidak bisa melayani jamaah haji. 3 Hal yang harus diingat petugas yakni jamaah sampai kelaparan, jamaah tidak bisa melaksanakan wukuf di Arafah, dan jamaah tidak bisa pulang ke tanah air sesuai waktu yang ditetapkan.
"Kalau untuk tiga hal tersebut saya harus marah besar. Jamaah jangan sampai tidak terlayani dengan baik dalam tiga hal ini. Ini fatal namanya," tegasnya.
SDA memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umroh Depag H Slamet Riyanto beserta jajarannya yang dinilai telah berhasil mengkoordinir 210 ribu orang jamaah haji Indonesia.
"Belum pernah dalam sejarah ada pemindahan pasukan sejumlah 210 ribu orang dalam waktu satu bulan," ungkapnya.
(zal/gus)










































