"Sudah tepat LSF melarang film itu," ujar Kapuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen di ruang kerjanya, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2009).
Sagom menjelaskan, jika diputar, film yang berisi tewasnya 5 wartawan Australia di Balibo saat perang Timor Timur tersebut, akan menimbulkan kekurangharmonisan hubungan antara Indonesia dengan Timor dan Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sagom TNI sudah memandang selesai persoalan Balibo Five. Menurutnya, 5 wartawan itu tewas secara tidak sengaja dalam baku tembak antara pasukan TNI dan Fretelin.
"Jadi bukan ditembak oleh pasukan TNI," terangnya. (rdf/irw)










































