Anggaran Permak Bundaran HI Rawan Korupsi

Anggaran Permak Bundaran HI Rawan Korupsi

- detikNews
Rabu, 02 Des 2009 12:25 WIB
Anggaran Permak Bundaran HI Rawan Korupsi
Jakarta - Renovasi air mancur di Bundaran Hotel Indonesia (HI) akan menelan dana sebesar Rp 2 miliar. Transparansi dalam proyek tersebut sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana.

"Masalah anggaran besar atau kecil itu sangat relatif, tapi kalau air mancur menelan 2 M itu harus di-breakdown biar masyarakat tahu, harus lengkap dan detail," ujar Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/12/2009).

Menurut Tigor, renovasi seperti ini rawan korupsi, mengingat dalam laporan anggaran sering tidak dijelaskan secara detail apa saja yang masuk dalam dana anggaran tersebut dan apa saja yang tidak masuk dana anggaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harusnya lampunya diganti ternyata tidak, atau cuma diganti bekas. Pompanya tidak diganti tapi cuma diperbaiki, praktek seperti bisa terjadi, makanya harus detail," tambah pria botak ini.

Ia juga mengusulkan untuk melakukan pencegahan korupsi dalam proyek, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak hanya melakukan audit laporan keuangan tetapi juga audit lapangan.

"Kalau cuma audit laporan bisa diakalin pake stampel sama kuitansi. Harusnya turun ke lapangan karena korupsi paling banyak di sini," tambahnya.

Tigor juga menyayangkan tidak adanya laporan dalam pembuatan air mancur HI pada era Gubernur Sutiyoso tersebut. "Sampai sekarang gimana laporannya yang Rp 14 miliar itu. Menguap begitu saja kan?" pungkasnya.

(her/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads