"Masalah anggaran besar atau kecil itu sangat relatif, tapi kalau air mancur menelan 2 M itu harus di-breakdown biar masyarakat tahu, harus lengkap dan detail," ujar Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/12/2009).
Menurut Tigor, renovasi seperti ini rawan korupsi, mengingat dalam laporan anggaran sering tidak dijelaskan secara detail apa saja yang masuk dalam dana anggaran tersebut dan apa saja yang tidak masuk dana anggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengusulkan untuk melakukan pencegahan korupsi dalam proyek, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak hanya melakukan audit laporan keuangan tetapi juga audit lapangan.
"Kalau cuma audit laporan bisa diakalin pake stampel sama kuitansi. Harusnya turun ke lapangan karena korupsi paling banyak di sini," tambahnya.
Tigor juga menyayangkan tidak adanya laporan dalam pembuatan air mancur HI pada era Gubernur Sutiyoso tersebut. "Sampai sekarang gimana laporannya yang Rp 14 miliar itu. Menguap begitu saja kan?" pungkasnya.
(her/iy)











































