"Oh, kita kecewa pasti. Ini film pertama yang dilarang setelah adanya Undang-undang yang baru. Kabarnya UU itu lebih demokratis?" kata Direktur Program JiFFest, Lalu Roisamri, kepada detikcom, Rabu (2/12/2009).
Menurut Lalu, pihaknya akan melobi LSF supaya film tersebut dapat diputar secara tertutup dengan penonton terbatas. Sejauh ini, baru "Balibo" yang dilarang dari sekian banyak film yang hendak diputar di JiFFest pada 4-12 Desember mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka hanya bilang menolak begitu saja. Memang di luar kebiasan. Kalau film normal biasanya satu kali proses. Ini dua kali dan ada rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota LSF. Mayoritas menolak penayangan film tersebut," cetus Lalu.
Film "Balibo" bercerita tentang terbunuhnya 5 wartawan Australia atau Balibo Five di Timur Leste (Timor Timur) tahun 1975. Mereka tewas saat berlangsung pertempuran antara pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan gerilyawan Timor Timur. Pemerintah Indonesia menyatakan film terebut sangat sensitif dan dapat membuka konflik antara Indonesia dan Australia. Kasus Balibo Five sendiri dinyatakan telah selesai.
(irw/iy)











































