"Warga menghadang dengan membawa panah," kata Feri Yanto saat berbincang santai Selasa (2/12/2009).
Feri menceritakan, pemerintah daerah dan kepolisian pernah berencana menebang pohon lontar (bahan untuk membuat minuman khas NTT moke) di Desa Watugong, Sika, NTT. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1995 dan 2004.
Kepolisian juga melakukan razia pada tempat-tempat yang menjual moke. "Ada saudara yang mokenya disita sekitar 100 liter," ujar dia.
Produksi moke sebagai minuman khas NTT, menurut Feri, tidak akan bisa dihilangkan. Warga sudah menganggap itu sebagai bagian dari tradisi peninggalan nenek moyang.
Terlebih warga Sikka, khususnya di Desa Watugong bermata pencaharian sebagai pembuat moke. "Kalau sampai itu dihilangkan sama saja artinya membuat warga menjadi pengangguran. Buat moke mata pencaharian," papar Feri dengan logat khas NTT.
Feri yang lahir dari keluarga pembuat moke mengaku, orang tuanya menggantungkan hidup dengan cara membuat moke. "Makan, sekolah semuanya dari hasil jual moke," tandasnya. (did/aan)











































